Halaman

Cari Blog Ini

Rabu, 27 Juli 2011

werkstuk biologi "jambu biji" psidium guajava



BAB 1
PENDAHULUAN
            Tanaman buah jambu (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman tropis. Tanaman ini dikenal dengan sebutan jambu biji. Jambu biji juga punya nama sebutan lain. Diantaranya glima breueh, glima beru, galiman, masiambu, biawas, jambu biawas ,jambu batu (Sumatera); jambu klutuk (Sunda), jambu krutuk, jhambu bhender, bayawas, tetokal, tokal (Jawa); kojabas (Nusa Tenggara); kayawese (Maluku); fan shi liu gan (Cina). Jambu biji (Psidium guajava) tersebar meluas sampao keasia tenggara termasuk Indonesia, sampai Asia selatan, India, Srilanka.
            Tanaman ini sudah digunakan sejak lama untuk pengobatan  tradisional terutama daun, kulit, dan buahnya. Jambu biji (Psidium guajava) mengandung berbagai zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat. Menurut catatan Parimin S.P. dalam Jambu Biji: Budi Daya dan Ragam Pemanfaatannya (Penebar Swadaya, 2007), dalam tiap 100 gram jambu biji masak segar terdapat 0,9 g protein, 0,3 g lemak, 12,2 karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 mg zat besi, 25 SI vitamin A, 0,002 mg vitamin B1,87 mg vitamin C, dan 86 g air, dengan total kalori sebanyak 49  kalori.
            Jambu biji juga kaya akan serat, khususnya pektin (serat larut air). Manfaat pektin antara lain menurunkan kolesterol dengan cara mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh serta membantu mengeluarkannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research Center Morrabad, India, menujukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah pada penderita hipertensi.
            Adapun  tanin yang menimbulkan rasa sepat pada jambu biji bermanfaat memperlancar sistem peredaran darah, serta menyerang virus. Kalium yang terkandung pada buah ini berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke seltubuh, serta menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah tinggi (hipertensi).




BAB II
DETERMINASI DAN KLASIFIKASI
A.  Determinasi
1B–2B–3B–4B–6B–7B–9B–10B–13B–14B–16A. GOLONGAN 10 Daun tunggal terletak berhadapan
239B–243B–248B–249B–250A–251B–253B–254B–255A.94. Myrtaceae 1B–2A. Psidium guajava

B.     Klasifikasi
Jambu Batu
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Myrtales
Famili              : Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus              : Psidium
Spesies            : Psidium guajava L.

BAB III
HABIBATIO


A.      Habitus
Merupakan tanaman perdu, tinggi 5-10 meter. Batang berkayu, bulat,kulit kayu licin, mengelupas, bercabang, warna cokelat kehijauan. Daun tunggal, bulat telur, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata, panjang 6-14 cm,lebar 3-6 cm, pertulangan menyirip, warna kekuningan. Bunga tunggal diketiak daun, mahkota bulat telur, panjang 1,5 cm, warna putih kekuningan. Buah buni, bulat telur, warna putih kekuningan bila sudah masak.


B.       Habitat
            Tumbuh pada tempat terbuka, tumbuh liar dan dapat ditemukan pada ketinggian 1-1.200 m dpl. Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik, atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir. Derajat keasaman tanah (Ph) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Tanaman jambu biji dapat tumbuh dan berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28o C disiang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil), yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli.
           

      

BAB IV
DESKRIPTIO


1.       Organa Nutritiva
1.1.    Akar (Radix)
Akar pohon jambu biji: Sistem perakaran pada tanaman jambu biji adalah akar tunggang (radix primaria), akar lembaga tumbuh terus-menerus menjadi akar yang lebih kecil. Psedium guajava memiliki akar tunggang yang bercabang (ramosus), yaitu berbentuk kerucut panjang, tumbuh terus ke bawah, bercabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang dan juga daerah perakaran menjadi amat luas, sehingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
1.2.    Batang (Caulis)
Tanaman perdu atau pohon kecil dengan tinggi sekitar 4-10 meter. Batang berkayu, bulat, kulit terkelupas dalam potongan, licin, bercabang, bewarna cokelat kehijauan. Ruas tangkai teratas segiempat tajam. Percabangan batang termasuk percabangan simpodial, yaitu batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertmbuhannya atau kalah besar dan alah cepat pertumbuhannya dibanding dengan cabangnya. Arah tumbuh cabang tegak (fastigiatus). Termasuk tumbuhan bienial, yaitu tumbuhan yang untuk hidupnya, dari tumbuh sampai berbuah memerlukan waktu kurang lebih 2 tahun.



1.3.    Daun (Folium)
Daun tunggal, bersilang berhadapan, pada cabang-cabang mendatar seolah-olah tersusun dalam dua baris pada satu bidang. Bertangkai pendek 3 mm sampai 7 mm. Bangun daun bulat telur agak menjorong, pangkal membulat, tepi daun rata (integer), ujung daun meruncing (acutus), panjang 6-14 cm dengan lebar 3-6 cm. Permukaan daun berkerut(rugosus). Warna daun muda berbulu abu-abu, setelah tua bewarna hijau tua. Pertulangan daun menyirip,bertangkai pendek yaitu antara 0,5-1 cm, tepi daun rata agak menggulung ke atas, permukaan atas daun agak licin, ibu tulang daun dan cabang menonjol pada permukaan bawah, bertulang menyirip dan bewarna putih kehijauan.
2.     Organa Reproduktiva
2.1.   Bunga (Flos)
Bunga tunggal terletak diketiak daun, bertangkai. Perbungaan terdiri 1 sampai 3 bunga. Panjang gagang perbungaan 2 cm sampai 4 cm. Bunga banci dengan perhiasan bunga yang jelas dapat dibedakan dalam kelopak dan mahkota bunga, aktinomorf/zigomorf, berbilangan 4. Daun mahkota bulat telur terbalik, panjang 1,5-2 cm, putik, segera rontok. Benang sari pada tonjolan dasar bunga yang berbulu, putih, pipih dan lebar, seperti halnya tangkai putik bewarna seperti mentega. Tabung kelopak berbentuk lonceng atau bentuk corong, panjang 0,5 cm. Pinggiran tidak rontok (1 cm panjangya). Tabung kelopak tidak atau sedikit sekali, diperpanjang diatas bakal buah, tepi kelopak sebelum mekar berlekatan menjadi bentuk cawan, kemudian membelah menjadi 2-5 taju yang tidak sama, berbentuk bulat telur, warna hijau kekuningan. Bakal buah tenggelam,dengan 1-8 bakal biji tiap ruang.
2.2.  Buah (Fruktus)
Buah buni bundar, berbiji banyak. Termasuk buah sejati tunggal yang berdaging. Lapisan luar tipis agak menjangat atau kaku dan lapisan dalam yang tebal, lunak dan berair. Biji-bijinya terdapat di dalam bagian yang lunak tersebut. Jika buah masih muda bewarna hijau tua. Sedangkan jika telah masak bewarna kuning, berdaging menyelimuti biji-biji. Bentuk buah yaitu peer atau bentuk bulat terbalik, daging buah bewarna merah muda.
2.3.   Biji
Biji jambu biji berkeping dua, berbentuk bulat dan keras. Biji terlindungi atau diselimuti oleh daging buah. Di dalam satu buah jambu biji terdapat banyak biji.
BAB V
RINGKASAN

            Tanaman buah jambu (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman tropis. Tanaman ini dikenal dengan sebutan jambu biji. Tanaman ini sudah digunakan sejak lama untuk pengobatan tradisional terutama daun, kulit, dan buahnya.Jambu Biji (Psidium guajava) mengandung berbagai macam zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat.
            Jambu Biji (Psidium guajava) tersebar meluas sampai Asia Tenggara temasuk Indonedia, sampai Asia Selatan, India, dan Srilangka.
            Jambu Biji temasuk tanaman perdu dan memiliki banyak cabang dan ranting;batang pohonnya keras. Permukaan kulit luar pohon jambu biji bewarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu biji tersebut dikelupas, akan terlihat batang kayunya basah. Bentuk daun umumnya bercorak bulat telur dengan ukuran agak besar. Bunganya kecil-kecil bewarna putih dan muncul dari balik ketiak daun. Pada umur 2-3 tahun jambu biji sudah  mulai berbuah. Bijinya terdapat pada daging buahnya. Biji jambu biji berkeping dua, berbentuk bulat dan keras. Di dalam satu buah jambu biji terdapat banyak biji.
            Jambu biji dapat tumbuh pada tempat terbuka, tumbuh liar dan dapat ditemukan pada ketinggian 1-1.200 m dpl. Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Tanaman ini dapat tumbuh subur didaerah dataran rendah sampai pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut yang banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yang keadaannya liat dan berpasir.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1997, Materia Medika Indonesia Jilid 1, 90-94, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Fahn, A., Anatomi Tumbuhan Edisi 3, 316. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Steenis, Van, 1986, Flora untuk Sekolah di Indonesia, 325-326, PT Pradaya Paramitha, Jakarta.
Tjitrosoeepomo, Gembong, 1985, Morfologi Tumbuhan, 32-235, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Tjitrosoeepomo, Gembong, 1985, Taksonomi Tumbuhan. 163, 211, 220, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar